arifhamidrahman.com – Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2017 yang jatuh pada Minggu, (23/7) digelar di Kota Bandung. Sejumlah elemen masyarakat dan komunitas di Kota Bandung berbaur melakukan aksi di Car Free Day, Dago.

Seperti yang dilakukan anak-anak komunitas Warung Basecamp (Warbase) dan Tunas Indonesia Raya (Tidar).
Dalam peringatan Hari Anak Nasional tersebut, Warbase menyoroti empat hal yang terkait masih adanya kekerasan terhadap anak dan perempuan yang menjadi korban kekerasan tersebut. 

Pertama, Warbase mengutuk segala bentuk kekerasan kepada anak dan perempuan. Kedua, hentikan kekerasan dan perilaku kejam kepada anak dan. Ketiga, Pemerintah diminta melindungi korban kekerasan sehingga bisa hidup mandiri di lingkungannya serta mendesak pemerintah untuk menciptakan wilayah atau ruang publik benar-benar ramah terhadap anak dan perempuan.

Di tempat yang sama hadir pula, Ketua Fraksi Gerindra Kota Bandung Arif Hamid Rahman. Pria yang juga duduk di sebagai anggota dewan komisi C Kota Bandung ini menyampaikan peringatan Hari Anak Nasional ini menjadi momen yang tepat untuk mengelorakan kembali  kampanye stop kekerasan terhadap anak. 

Menurutnya, kekerasan yang dialami akan berdampak terhadap psikologis dan menyebabkan traumatik yang mendalam. 

“Hal ini akan mengganggu perkembangan anak-anak.Anak-anak adalah harapan bangsa dan calon pemimpin masa depan. Jadi kekerasan kepada anak harus dihentikan,” katanya 

Dia mendorong pemerintah untuk  menekan dan menghilangkan kekerasan terhadap anak. Salah satunya dengan memberikan pemahaman kepada masyarakat untuk menciptakan kepedulian dan kasih sayang kepada anak-anak.

sumber: merdeka