Legislator Minta PPDB di Kota Bandung Dievaluasi

arifhamidrahman.com – Sistem Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di Kota Bandung menjadi sorotan nasional. Hal itu, disebabkan masih adanya persoalan. Dampaknya, banyaknya orang tua siswa merasa kecewa dengan PPDB on-line.

Menanggapi hal ini, Ketua Fraksi Gerindra DPRD Kota Bandung Arif Hamid Rahman mengatakan, persoalan yang mendasar adalah kebijakan pemerintah yang labil. Sistem PPDB yang selalu berubah, menjadi kendala di lapangan.

“Harus diakui, sistem PPDB masih menjadi permasalahan. Banyak komplain dari para ortu siswa. Hal ini, tentunya harus disikapi oleh pemerintah,” kata Arif di Graha DPRD Jalan Sukabumi Kota Bandung, Selasa (18/7/2017).

Dalam penilaian dia, sistem PPDB online yang digulirkan tidak disosialisasikan dengan baik kepada warga masyarakat, terutama kepada orang tua siswa. Kondisi ini, tentunya membuat orang tua siswa tidak paham mengenai alur PPDB secara online.

“Terutama bagi masyrakat yang tergolong rawan melanjutkan pendidikan (RMP), tidak memahami sistem PPDB online. Ini menunjukan kurangnya sosialisasi yang dilakukan pemerintah,” ucapnya.

Selain itu, sistem online yang kerap error atau sulit diakses oleh masyarakat, dituturkan dia menjadi persoalan yang sering ditemukan di lapangan. Apalagi ada juga human error yang terjadi dalam mengupload identitas siswa.

“Ada kasus anak sudah tercantum namanya di web dan orang tuanya akan daftar ulang. Namun pada kenyataannya, pihak sekolah meminta maaf anaknya tidak masuk karena pihak sekolah salah mengupload,” ujar dia.

Ditambahkan Arif, pendidikan merupakan hak dasar yang harus didapatkan oleh semua warga. Karena itu, pemerintah harus memberikan pelayanan yang terbaik sehingga semua siswa bisa melanjutkan pendidikannya di semua jenjang.

“Masalah PPDB ini harus menjadi perhatian kita bersama. Kita tentunya ingin semua siswa melanjutkan pendidikannya. Karena itu, PPDB harus di evaluasi sehingga pada penyelenggaraan tahund epan bisa berjalan lancar dan mulus,” tandasnya. [jek]

sumber: inilahkoran