http://www.rmoljabar.com/read/2017/10/17/57423/Pengamat:-Arif-Hamid-Calon-Terkuat-dari-Gerindra-Di-Pilwalkot-2018-

arifhamidrahman.com – Pemilihan Wali Kota Bandung tahun 2018 mendatang memunculkan banyak nama-nama yang nantinya akan menggantikan masa kepemimpinan Ridwan Kamil dan Oded Muhammad Danial di Kota yang dijuluki Kota Kembang ini.

Terkhusus dengan Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), tentunya tidak ingin mengulangi kesalahan yang sama untuk menentukan calonnya di Pilwalkot Bandung.

Dengan demikian dalam melanggengkan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto untuk menjadi calon di Pilpres 2019, Partai Gerindra harus menyiapkan kader untuk memimpin Kota Bandung sebagai Ibukota Provinsi Jawa Barat ini.

Seperti yang diungkapkan oleh Pengamat Politik Universitas Islam Bandung Fadhli Muttaqien mengatakan, Partai Gerindra harus mampu menyiapkan strategi yang matang, sehingga calon pemimpin dari setiap daerah haruslah berasal dari internal kader.

“Kita tahu bahwa partai Gerindra pernah mengusung Ridwan Kamil menjadi Wali Kota Bandung, namun akhirnya Ridwan Kamil ini menghianati partai Gerindra, artinya untuk hindari hal tersebut partai Gerindra harus memunculkan nama dari internal partainya,” ungkap Fadhli kepada RMOLJabar, Selasa (17/10).

Selanjutnya kata dia, ada beberapa nama yang muncul dari internal Partai Gerindra sendiri, yaitu Ketua Fraksi DPRD Kota Bandung Arif Hamid Rahman, Bucky Wikagoe dan yang lain sebagainya untuk menjadi calon Wali Kota Bandung dari Partai Gerindra.

Sehingga nama-nama itulah yang kemudian harus di dorong oleh Partai Gerindra, agar kesalahan yang lalu tidak terulang kembali.

“Ada nama Arif Hamid Rahman yang kemudian bisa menjadi calon terkuat dari Partai Gerindra, terlebih Arif merupakan kader internal dan merupakan ketua fraksi partai Gerindra di DPRD Kota Bandung,” jelasnya.

Dengan demikian, apa yang menjadi cita-cita dari Partai Gerindra di 2019 bisa terealisasikan, karena dalam Pilpres yang lalu Gerindra menang cukup besar di daerah Jabar. Artinya untuk kota Bandung tidak terlalu harus dicemaskan bagi partai Gerindra karena sudah mempunyai hati di beberapa kalangan masyarakat.

“Artinya kota Bandung sendiri mempunyai peluang yang cukup besar, tinggal bagaimana Gerindra mempunyai sebuah opsi calon politiknya. Dari internal partai Gerindra sendiri,” tandasnya. [bon] 

sumber: rmol

Selamat Tahun Baru Islam 1 Muharam 1439 H -1

“Ya Allah, aku meminta ampun atas perbuatanku di tahun ini yang termasuk Kau larang-sementara aku belum sempat bertobat, perbuatanku yang Kau maklumi karena kemurahan-Mu-sementara Kau mampu menyiksaku, dan perbuatan (dosa) yang Kau perintahkan untuk tobat-sementara aku menerjangnya yang berarti mendurhakai-Mu.”

Gelar Festival Keberagaman, Arif Pemuda Pecinta Lingkungan Harus Berikan Karya Nyata

arifhamidrahman.com – Peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-72 sampai hari ini masih berkumandang. Para pemuda khususnya di Kota Bandung tidak henti-hentinya menggelar kegiatan yang bernuansa kreatif, salah satunya yang dilakukan oleh Pemuda Pecinta Lingkungan Nyengseret.

Dengan landasan keberagaman, para pemuda ini mencoba memeriahkan kemerdekaan dengan festival yang bertajuk keberagaman adalah semangat kita.

Seperti yang diungkapkan oleh Ketua Pelaksana Festival Keberagaman Rifal Hamzah mengatakan, sebenarnya festival ini digelar lebih kepada semangat generasi muda untuk membangun kreatifitas pemuda di Kota Bandung.

Karena kata dia, meskipum festival ini berjalan tidak sempurna namun ada keinginan yang kreatif dalam membangun pola pikir pemuda saat ini.

“Sebelumya memang ada beberapa rangkaian seperti kerja bakti, perlombaan, dan diakhiri dengan featival, dengan mengenakan pakaian seperti karaker dalam film, main bola banci dan sebagainya,” ungkap Rifal saat ditemui di Jalan Nyengseret Kota Bandung, Minggu (20/8).

Dalam kegiatan Festival ini juga hadir Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD Kota Bandung Arif Hamid Rahman yang memberikan nasehat kepada para generasi muda untuk terus berkarya di Kota Bandung.

Arif berharap kepada generasi muda untuk terus berkarya di Kota Bandung ini, bukan hanya sekedar seremonial, akan tetapi pemuda ini harus mampu menjadi pengabdi untuk masyarakat.

“Kita harus mulai lagi budaya-budaya jaman dahulu, bahwa budaya kita gotong-royong maka ciptakanlah kembali hal tersebut, karena membangun kota Bandung itu adalah pekerjaan pemuda juga,” tandasnya. 

sumber: rmoljabar