Tunas Indonesia Raya Minta Gerindra Usung Kader Murni di Pilwalkot Bandung

Tunas Indonesia Raya (Tidar) Kota Bandung yang merupakan sayap partai Gerindra khusus anak muda meminta jajaran di partai pimpinan Prabowo Subianto itu untuk mengikuti mekanisme yang berlaku, terutama dalam hal pencalonan bakal calon wali kota Bandung.

Ketua Tidar Kota Bandung, Muhammad Al Haddad, yang juga anggota DPRD Kota Bandung mengaku, bahwa Tidar senantiasa mengawal seluruh proses tahapan pencalonan Pilwalkot Bandung 2018-2023.

Proses pengusungan Pilwalkot, ucap Al Haddad, menyebut sepenuhnya diputuskan oleh partai bukan berdasar opini calon tertentu.

Al Haddad juga menanggapi adanya kabar bahwa calon wali kota dari PKS, Oded M Danial seakan-akan cocok dengan Yana Mulyana yang merupakan kandidat calon yang ikut penjaringan di Gerindra.

Menurutnya, Gerindra secara tegas menolak opini atau kabar tersebut.

“Semua keputusan sepenuhnya hak preogratif partai. Jadi, kami (Tidar) Kota Bandung menyatakan sikap bahwa partai punya kuasa penuh menentukan siapa yang akan direkomendasikan untuk dicalonkan. Kami juga menolak manuver politik kepentingan yang telah mencederai proses tahapan penjaringan calon,” katanya di Kantor DPRD Kota Bandung, Kamis (16/11/2017).

Al Haddad juga meminta DPP Gerindra untuk lebih mengutamakan kader partai sendiri dibandingkan yang lain.

Sebab, ucapnya, kader lebih bisa menjaga loyalitas. Apalagi para kader yang pernah mengikuti proses pelatihan di Hambalang.

Al Haddad juga menyebut Tidar melanjutkan apa yang telah disampaikan oleh pimpinan partai, Prabowo Subianto pada saat Rakornas di Sentul bahwa Gerindra sebagai partai nasional mesti menjadi pemenang.

Kala itu, Prabowo Subianto, menyampaikan akan memberi kesempatan kepada pengurus partai, anggota dewan dan kader dari Gerindra berkiprah di eksekutif.

“Kami sebagai partai yang baru 9 tahun secara nasional sekarang rangking tiga. Jadi, Gerindra punya kewenangan menentukan calonnya. Apalagi telah beredar di media salahsatu calon yang sudah ada kecocokan. Itu tidak benar, karena partai belum memutuskan. Namun, baiknya yang diusung untuk Cawalkot itu dari kader murni yang ikuti pelatihan di Hambalang,” ucap dia. (*)

sumber: tribun