Tempat ibadah harus memiliki kenyamanan untuk masyarakat. Agar masyarakat bisa khusyuk dalam menjalankan setiap ibadahnya.

Hal itu yang membuat Pemerintah Kota Bandung, mengesahkan Peraturan Daerah (perda) tentang gedung dan bangunan. Salah satu poin yang menjadi keputusan perda itu ialah mewajibkan setiap bangunan atau gedung untuk menyediakan tempat ibadah yang layak.

Wali Kota Bandung Oded M Danial, mengimbau pengelola gedung dapat memberikan pelayanan masyarakat dalam hal ibadah yang nyaman dan layak.

“Kalau tempat belanja, seharusnya pengelola berpikir dengan memberikan kenyaman tempat ibadah karena orang datang ke situ. Ketika disimpan di basement, Mang Oded terus terang, malas untuk datang lagi,” kata Mang Oded, beberapa waktu yang lalu.

Oded menegaskan, para pemilik gedung dan bangunan terutama kawasan komersil untuk bisa mengikuti aturan tersebut. Untuk gedung yang saat ini menyediakan tempat ibadah kurang nyaman harus mengevaluasi.

“Semua pembangunan di Kota Bandung terutama tempat-tempat shopping harus mengindahkan itu,” ujarnya.

Sementara itu, Anggota Komisi C DPRD Kota Bandung Arif Hamid Rahman menegaskan, Perda ini disahkan atas dasar pelayanan yang seharusnya dimiliki oleh gedung komersial, pusat pembelanjaan, hotel, hunian rusun, dan apartement.

Karena pada dasarnya, masyarakat akan lebih nyaman dan khusyuk apabila hendak mengunjungi salah satu gedung yang memberikan pelayanan tempat ibadah yang nyaman.

“Jadi gedung-gedung komersil jangan sampai menempatkan tempat ibadah di ruangan-ruangan yang sumpek dan tidak memiliki kemuliaan. Misalnya ditempatkan di basement dan yang lainnya. Kita harus bisa menjaga kenyamanan ibadah masyarakat,” kata Arif, kepada RMOLJabar, Jumat (4/1).

Ketua Fraksi Gerindra ini juga menambahkan, ibadah merupakan hal yang pokok dalam kehidupan. Ibadah hadir sebagai kesucian yang melekat dalam diri. Hal itu yang membuat pihaknya paling kencang dalam merumuskan Perda ini.

“Kita harus bijak. Pemerintah disini memberikan jalan untuk dibangunnya tempat-tempat ibadah yang nyaman. Ini menjadi kewajiban kita, para pemilik gedung-gedung komersil harus dapat menjalankan Perda ini,” tegas Arif.

Untuk diketahui, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah telah menetapkan Perda Bangunan Gedung. Perda baru ini menjadi revisi atas aturan sebelumnya yang tercantum dalam Perda Bangunan Gedung terbaru yang merevisi Perda no. 5 tahun 2010. Sarana ibadah diharuskan di tempat yang layak dan nyaman. [yud]

sumber: rmol